Beginilah semestinya cara melamar kerja, Bukan sekedar ‘sebar CV’ aja…

Beginilah semestinya cara melamar kerja, Bukan sekedar ‘sebar CV’ aja…

dikatakan sebagai job hopper, atau juga populer sebagai generasi yang turn over rate nya lumayan tinggi.
Menurut riset LinkedIn, Untuk generasi yang lulus satu diantara th. 1986 — 1990, didalam 10 th. pertama karirnya, punya sekitar 2 kali pergantian pekerjaan. Sementara untuk generasi yang lebih muda, mereka yang lulus kuliah satu diantara th. 2006 — 2010, punya 4 kali pergantian pekerjaan sebelum akan umur 32 tahun. Ya, perbedaannya hingga 2 kali lipat.
Karena jamannya sudah berubah, industrial landscape is shifting, also, the competition is getting higher. Banyak millennials yang terkesan clueless bagaimana semestinya melacak kerja. Mungkin, pada generasi sebelumnya, cara melamar kerja bersama mengirim CV melalui sistem, menyebar CV, dan lain sebagainya adalah cara yang tepat. Tapi seiring bertambahnya jumlah applicants dan munculnya banyak variasi channel, recruiters atau employers juga makin kebanjiran aplikasi pekerjaan.
Artikel ini bakal beri tambahan panduan dan masukan tentang what you shouldn’t and should do if you want to apply a job. I’ve tried both and by using this method, I managed to get 75% conversion rate.
Let’s get started.

Things you shouldn’t do when applying a job contoh CV lamaran kerja
Banyak generasi millennials yang masih blurry tentang cara pencarian kerja, And as a millennials myself, I would like to sharing my two cents.
Ini adalah hal yang sebaiknya tidak dijalankan kala melamar kerja.
LinkedIn likes or comment
Terkadang, Saya kerap lihat postingan semacam ini di LinkedIn;
Kami sedang melacak tenaga kerja handal bersama syarat-syarat pengalaman kerja sedikitnya 3 th. di bidang otomotif, jikalau tertarik, silahkan kirim email ke abcd@hahahihi.com
“Kindly lihat my profile”

Dude, come on? seriously? Do you expect they have time or even bothered to see your profile at the first place?
Percayalah, ini sesungguhnya cara termudah untuk mendapatkan atensi dari calon employer. Tapi efektif? tidak.
Selain terkesan shallow dan desperate, cara ini hanya bakal sebabkan Kamu nampak bahwa Kamu sedang melacak kerja, desperately. Bisa aja kan, one of your bosses or friends who happens to be within your LinkedIn circle see this. Ini bakal meninggalkan kesan tidak cukup baik di LinkedIn connection Kamu.
Oh by the way, call to action dari calon employer biasanya ‘kirimkan email ke xxx’ bukan ‘silakan comment di bawah postingan ini’
‘Sebar CV’ dan cover letter tanpa personalisasi

Percayalah, copy-paste cover letter bersama hanya mengganti 1–2 kata bakal sebabkan sepenuhnya nampak palsu.
Seolah-olah, you’re just shooting an empty bullet. Ketika CV atau cover letter yang Kamu menggunakan tidak ada personaliasinya, alias mirip sama juga (hanya ada perbedaan nama perusahaan), Kesempatan Kamu mendapatkan pekerjaan dambaan Kamu bakal lebih kecil.

Memohon kepada kerabat bersama alasan ‘nitip dong’ atau ‘bantuin dong’ https://wongcerdas.com
Ehm. Gini. Ketika Saya masih menjadi anak magang di Easy Taxi Malaysia, Country Manager Saya bilang, “Every good talents are hired”. Kala itu, Saya masih belum terlalu memahami maksudnya, apa benar?
Dan sehabis sebagian th. memasuki dunia kerja, Saya memahami betul bahwa ‘setiap orang yang punya mutu kerja yang bagus, bakal mudah mendapatkan pekerjaan’. Wajar saja, barang bagus tentu banyak yang tertarik. Kurang lebih layaknya itu analoginya.
Meminta tolong bersama embel-embel ‘nitip dong’ atau sebagainya, hanya bakal sebabkan anda nampak tidak kompeten. Kalau sesungguhnya sebagus itu, tanpa embel-embel ‘nitip dong’ juga, anda sudah bakal mendapatkan pekerjaan.

Lantas, bagaimana caranya mendapatkan pekerjaan yang anda dambakan dan sesuai denganmu?
Sebetulnya, cara-cara yang di awalnya Saya sebutkan di atas tidak sepenuhnya salah. Hanya saja, cara tersebut tidak cukup efisien dan tidak cukup efisien.
Ada loh, cara melamar kerja yang lebih efisien dan efisien.
Dengan menerapkan cara-cara ini, dari 4 pekerjaan yang Saya lamar, Saya sukses mendapatkan 3 diantaranya. Sebenernya tidak susah untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus. Asal memahami cara mainnya. You should know how to play the game.

Things you should do when you want to apply for a job https://wongcerdas.com
Bayangkan Kamu bakal terjun ke medan perang. Sebelum berperang, bakal lebih baik jikalau Kamu punya perlengkapan yang cukup. Begitu juga kala bakal melacak kerja, bukan sekedar punya CV dan template cover letter saja, tetapi Kamu juga mesti punya sebagian hal sebelum akan mengirimkan CV dan cover letter.
Internal justification

Sebelum memulai, Kamu mesti punya sebagian hal yang memahami secara internal, untuk menegaskan calon employer dan mempermudah proses hiring.
Job role & division

Employer atau Recruiter bukanlah cenayang, mereka mesti tau permohonan kalian di divisi dan level apa Kamu dambakan bekerja. Dengan punya tujuan yang terfokus, Kamu mendukung Recruiter atau Employer untuk lihat posisi yang ada yang jikalau sesungguhnya sesuai bersama skill set Kamu.
Skill set and ‘why’
Ini penting. Kamu mesti juga mengetahui, apa saja keahlian anda dan apa yang anda kejar didalam hidup. ‘Why’ disini merujuk kepada Golden Circle yang dipresentasikan Simon Sinek didalam video ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.